Monday, June 25, 2012

SOAP IBU HAMIL DENGAN ANEMIA DEFISIENSI BESI

      A. PEMBAHASAN
Anemia dapat didefinisikan sebagai defisiensi dala kuantitas ataupu kulaitas sel darah merah, yang menyebabkan kapasitas darah untuk membawa oksigen menjadi kurang. Setiap system tubuh berpengaruh karena fungsi organ terganggu dan memburuk kerana kekurangan oksigen.
Gejala beragam, dari keletihan sampai palpitasi yang berpotensi membahayakan, sesak nafas, atau gejala gagal curah jantung tinggi. Pada manusia mineral besi terdapat di semua sel dan berfungsi untuk membawa sel dari paru ke jaringan dalam bentuk hemoglobin (Hb), memfasilitasi penggunaan oksigen di otot seperti mioglobin, dan transportasi sitokrom di dalam sel untuk reaksi enzim di jaringan.
Wanita memiliki sekitar 2,3 gram zat bes total di dalam tubuh yang sebagian besarnya (80%) ditemukan dalam masa sel darah merah sebagai hemoglobin (Hb). Zat besi total di dalam tubuh ditentukan oleh asupan, pengeluaran, dan penyimpanan mineral ini. zat besi yang tidak digunakan disimpan sebagai kompleks protein yang
read more dapat larut yaitu feritin, yang terdapat terutama di hati, sum-sum tulang belakang, limpa dan otot skeletal. Dibutuhkan skema absorpsi normalsistem gastrointestinal yang mempertahankan keseimbangan antara kadar zat besi fungsional (Hb) dan zat besi yang disimpan (mioglobin). Tubuh mampu menyerap 1-2 mg zat besi setiap hari diet dan laju produksi sel darah merah yang adekuat. Faktor utama yang mengendalikan absorpsi zat besi adalah jumlah zat besi yang disimpan dalam tubuh dan jenis zat besi yang tersimpan dalam diet seseorang.
Anemia menyebabkan penurunan kapasitas darah untuk membawa oksigen. Anemia defisiensi zat besi didefinisikan dengan rendahnya konsentrasi feritin serum <30 µg/I dan hemoglobin <11 g% di trimester pertama, <10,5 g% di trimester kedua dan 11 g% di trimester ketiga. Pada pemeriksaan mikroskopik, sel darah merah terlihat mikrositik dan hipokromik. Anemia defisiensi zat besi terjadi kaibat peningkatan kebutuhan zat besi atau ketidakkuatan absorpsi zat besi.
Kebutuhan zat besi meningkat untuk menyesuaikan dengan pertumbuhan, menstruasi, kehilangan darah atau donor darah, kehamilan, gangguan hemolitik, obat yang menyebabkan hemolisis (missal antiretrovirus), infeksi saluran kemih-kehamilan, dan infestasi cacing tambang.
Anemia defisiensi zat besi yang disebabkan oleh ketidakadekuatan absorpsi zat besi terjadi karena diet yang rendah zat besi hem, mal absorpsi, bedah lambung, infeksi malaria yang mengakibatkan rendahnya penggunaan zat besi dalam diet.
            B.     KEBUTUHAN ZAT BESI SELAMA KEHAMILAN
Zat besi tambahan dibutuhkan oleh tubuh selama kehamilan, kebutuhan total zat besi adalah antara 580 dan 1340 mg, dan dari jumlah itu sampai dengan sampai dengan 1050 mg akan hilang selama persalinan (hilman 1996). Pada awal kehamilan, kebutuhan zat besi sekitar 2,5mg/hari dan meningkat sekita 6,6 mg/hari pada trimester tiga. Diet normal zat besi negara maju adalah 15-20 mg/hari dan 3-10% diabsorpsi terutama dari duodenum. Pada wanita sehat, kehilangan zat besi sehari-hari adalah 1-2 mg (Jordan & McOwat).

            C.    TANDA DAN GEJALA ANEMIA
Masing-masing jenis anemia memiliki gambaran berbeda, bergantung pada kecepatan terjadinya anemia tetapi terdapat beberapa tanda dan gejala umum dan beberapa tanda dan gejalainiti, namun bukan semuanaya dapat ditemukan pada sebagian besar kasus. Ibu mungkin tidak mengerti bahwa dirinya mengalami gejala anemia sampai mereka ditanya, namun sering sekali mereka menganggap perasaan lelah dan letargi merupakan dampak dari kehamilan, waktu dalam setahun, atau kerana kelelahan karena tekanan kerja dan keluarga.
Gejala kelelahan, keletihan, irirtabilitas dan sesak nafas saat melakukan aktifitas merupakan gejala yang paling sering ditemukan. Stomatits ngular dapat juga terjadi yaitu robekan yang terasa nyeri pada sudut mulut yang menyebabkan kehilangan nafsu makan.
Tanda pucat pada kulit, membrane mukosa dapat dilihat, dan mungkin tampak  pada telapak tangan dan konjungtiva, meskipun tanda ini bersifat subjektif dan tidak dapat diandalkan. Pada anemia klinis yang tampak secara langsung dihuungkan dengan ketidkadekuatan suplay oksigen dan mencakup takikardia dan palpitasi, angina dan kaludikasi intermitten.

            D.    PENGARUH DEFISIENSI BESI DALAM KEHAMILAN
Mortalitas maternal, kehilangan bayi pada masa prenatal dan perinatal serta prematuritas semakin banyak terjadidalam kasus anemia defisiensi zat besi yang tidak diterapi. Secara global dari seluruh kematian maternal dikaitkan dengan anemia (WHO 2001). Kehamilan yang kurang baik terjadi dalam 35-45% wanita pengidap anemia, dan bayi mereka memilki kurang dari setengah simpanan zat besi normal. Di usia lebih awal bayi ini membutuhkan lebih banyak zat besi dari yang disuplay di ASI dibandingkan bayi yang seumuran dengan mereka.
Anemia merusak kesehatan umum dan menurunkan kemampuan tubuh untuk melawan infeksi, dan penyakit minor dalam kehamilan dapat diperburuk. Perdarahan postpartum mungkin merepresentasikan keadaan yang lebih serius, meskipun dipettanyakan apakah anemia defisiensi zat besi benar-benar meningkatkan resiko perdarahan. Wanita cenderung memiliki waktu lebih lama iuntuk pulih jika terjadi perdarahan.

             E .     PENATALAKSANAAN
1.      Penderita anemia berat atau kronis harus diprogramkan untuk mendapat pelayanan di unit spesialis
2.      Motivasi ibu hamil untuk mengkonsumsi makanan kaya zat besi dan makanan yang meningkatkan absorpsi zat besi, seperti jus jeruk, dan berikan informasi mengenai nutrisi dalam kehamilan.
3.      Inhibitor absorpsi zat besi termasuk poriferol (dalam sayuran tertentu), tannin (dalam the), fitat (dalam kulit padi), dan kalsium dalam produk susu.
4.      Tablet zat besi harus dikonsumsi dalam satu jam setelah makan dan dengan jus jeruk atau apel.
5.      Lakukan skirining pada semuan ibu saat pemeriksaan antenatal pertama dan pada 28 minggu masa gesatasi.
6.      Ibu yang diketahui menderita anemia memerlukan pemeriksaan kadar zat besi pada setiap pemeriksaan antenatal.
7.      Pastikan terapi anafilaksis darurat tersedia selama pemberian zat besi parenteral
8.      Tangani secara efektif dengan pemberian zat besi dan sediaan folat dan jika perlu kurangi keluhan gastrointestinal dengan sediaan oral dosis rendah yang dilepaskan secara lambat.

ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU HAMIL NY. A G1P0A0
UMUR KEHAMILAN 32 MINGGU DENGAN ANEMIA RINGAN
DI BPS KARYA ANUGRAH YOGYAKARTA

TINJAUAN KASUS
Ny. A berumur 28 tahun datang ke Puskesmas untuk periksa hamil tanggal 27 april 2012. hamil ini adalah kehamilan yang kedua dan belum pernah abortus, HPHT  27 Agustus 2011. Ibu mengatakan pusing, lemas, pandangan berkunang-kunang. Dari hasil pemeriksaan ditemukan TD : 100/90 mmhg, S : 36 oC, M : 80 x / mnt, Rr “ 20 x / mnt, Hb : 9 gram%, kunjungtiva pucat dan DJJ 144 x / mnt teratur, terdengar di perut ibu sebelah kiri.

No. register    : 27042012
Pengkajian data, oleh: bidan ‘L’                   Tanggal/jam     : 27 April 2012/09.00 WIB
I. Data Subjektif
Biodata
No.

Ibu
Suami
1.
Nama
Ny. A
Tn. T
2.
Umur
28 tahun
31 tahun
3.
Agama
Islam
Islam
4.
Suku/bangsa
Jawa/Indonesia
Jawa Indonesia
5.
Pendidikan
D3
S1
6.
Pekerjaan
Perawat
Pengajar
7.
No. Telp
0878978888888
09872635671
8.
Alamat
Jl. Melati. 30
Jl. Melati 30

1.      Alas an kunjungan saat ini       : pemeriksaan kehamilan dengan keluhan pusing, lemas, dan pandangan berkunang-kunag



2.      Riwayat menstruasi
HPMT : 27 agustus 2011
HPL    : 3 Mei 2011
Menarche umur           : 13 tahun
Siklus  : 28 hari
Lamanya         : 6-7 hari
Banyaknya      : 2-3kali ganti pembalut             (±100-150cc)
Sifat darah      : merah encer dan tidak menggumpal
3.      Riwayat perkawinan
Menikah umur       : 25 tahun
Pernikahan ke        : 1
Lama pernikahan   : 3 tahun

4.      Riwayat kehamilan ini
a.       Tanda-tanda kehamilan           : DJJ : 144x/menit
b.      Pergerakan janin                      : ibu merasakan gerakan janin sejak umur kehamilan 16 minggu
c.       Keluhan selama hamil dan penanganannya
·         Trimester I : ANC 2 kali pada bidan
Keluhan : ibu mengatakan pusing, cepat lelah dan tidak nafsu makan
Penaganan : oleh diberikan tablet Fe 1x1 tablet/hari,kalsium laktat 3x1 tablet/hari dan vitamin B kompleks
3x1 tablet/hari.
·         Trimester II : ANC 1 kali di bidan
Keluhan : ibu mnegatakan pegal-pegal di pinggang ampai ke kaki,  penglihatan berkunang-kunag dan cepat lelah.
Penanganan : oleh diberikan tablet Fe 1x1 tablet/hari, kalsium laktat 3x1 tablet/hari, vitamin B kompleks 3x1 tablet/hari
·         Trimester III : ANC 2 kali di bidan
Keluhan : ibu mengatakan cepat lelah, pegal-pegal di pinggang, kadang perut terasa sesak
Penanganan : oleh bidan diberikan tablet Fe 1x1 tablet/hari, kalsium laktat 3x1/hari, vitamin B kompleks 3x1 tablet/hari.

d   .      Imunisasi
TT I tanggal    : ibu mendapat imunisasi TT I pada usia kehamilan 16 minggu d BPS putri
TT II tanggal   : ibu mendapatkan imunisasi TT II pada usia kehamilan 20 minggu di BPS putrid.
5.      Riwayat obstetri           : G1 P0 A0
6.      Riwayat kontrasepsi
Ibu mengatakan tidak pernah menggunakan alat kontrasepsi
7.      Riwayat kesehatan
Ibu dan keluarga tidak ada yang menderita penyakit menular dan menderita panyakit keturunan serta penyakit yang memerlukan perawatan khusus.
8.      Pola pemenuhan kebutuhan sehari-hari (terutama pada kehamilan ini)
                       a.       Pola Nutrisi
·         Makan       : 2 kali sehari, porsi nasi, lauk, buah, dan srayuran. Keluhan : ibu mengatakan kurang nafsu makan
·         Minum       : 7-8 gelas sehari
                        b.      Pola eliminasi 
·         BAB          : 1x sehari, warna kuning kecoklatan, konsistensi bau khas feses,ibu mengatakan tidak ada keluhan dalam BAB
·         BAK          : 6-7 kali sehari, warna kuning bening, bau pesing, tidak ada keluhan
                        c.       Pola istirahat   : tidur malam 5-6 jam/hari, tidur siang 1 jam perhari.
                        d.      Pola seksualitas           : 2 kali seminggu, tidak ada keluhan
e.       Personal hygiene         : mandi, gosok gigi, ganti baju 2x sehari, keramas 1x sehari
f.       Aktivitas/olahraga       : ibu mengatakan hanya mengerjakan aktifitasnya sebagai ibu rumah tangga , ibu jarang berolahraga, bila ibu bekerja terlalu berat ibu merasa pusing dan cepat lelah.
9.      Kebiasaan yang mengganggu kesehatan
Ibu mengatakan tidak pernah merokok, minum minuman keras ataupun jamu.
10.  Riwayat psikososial
                a.       Ibu mengatakan merasa senang dengan kehamilannya karena sudah direncanakan
               b.      Ibu dan keluarga berharap semoga dalam kehamilan dan persalinannya nanti berjalan normal dan tidak ada halangan satu apapun.
                c.       Keluarga mendukung sekali kehamilan ibu.
                d.      Pengambilan keputusan dalam keluarga oleh suami.
               e.       Rencana persalinan tempat rumah sakit, penolong persalinan bidan, pendamping persalinan suami, dana, transportasi rujuk, serta donor darah telah dipersiapkan.
                f.       Ibu mengatakan akan menyusui bayinya.
                g.      Ibu mengatakan akan merawat bayinya dan di bantu oleh keluarga.

11.  Hewan peliharaan dan keadaan lingkungan
            a.       Ibu tidak memiliki hewan peliharaan 
            b.      Lingkungan tempat tinggal bersih dan rapi
II. Data  Objektif
          1.      Pemeriksaan umum
a.       Keadaan umum ibu baik   kesadaran : composmentis
b.      Vital Sign  :
ü  TD = 100 / 90 mmHg
ü  N = 80 x / mnt
ü  S = 360C
ü  Pernafasan : 20 x / mnt
c.       Antropometri
ü  BB : 62 kg
ü  TB  : 155 cm
ü  Lila            : 24 cm
         2.      Pemeriksaan fisik
Head to toe
a.       Kepala
Rambut lurus, tidak ada ketombe, tidak mudah rontok, dan keadaan bersih.
b.      Muka
Betuk                                : simetris pucat           
Oedema                             : tidak ada
Chloasmagravidarum        : tidak ada
c.       Mata
Bentuk                  : simetris
Konjugtiva                        : warnany merah muda (pucat)
Sclera                    : tidak ikterik
d.      Hidung
Bentuk simetris, keadaan bersih dan tidak ada pembesaran polip
e.       Telinga
Bentuk simetris, keadaan bersih, fungsi pendengaran baik, daun telinga ada.
f.       Mulut dan gigi
Tidak ada kelainan pada mulut, tidak ada stomatitis, keadaan gigi bersih, tidak ada karies, dan tidak ada pembesaran tonsil.
g.      Leher
Tidak ada pembesaran kelenjar tiroid, kelenjar limfe, dan tidak ada pembengkakan vena jugularis.
h.      Dada
Bentuk simetris, pergerakan nafas teratur tidak ada wheezing dan ronchi, dan tidak ada benjolan abnormal.
i.        Payudara
Membesar simetris, puting susu menonjol, hyperpigmentasi, tidak ada benjolan abnormal, kolostrum belum keluar, dan keadaan bersih.
j.        Punggung              : segitiga sigmoid simetris, bentuk tulang simetris.
k.      Genetalia               : keadaan bersih, tidak ada odem, tidak ada varises.
l.        Ekstermitas           :
·         Atas     : bentuk simetris, tidak ada cacat, tidak ada odem, , keadaan bersih, jari-jari tangan lengkap.
·         Bawah : bentuk simetris, keadaan bersih, tidak ada odem, berfungsi dengan baik, jari-jari kaki lengkap.
m.    Abdomen             
TFU sesuai usia kehamilan
n.      Pemeriksaan kehamilan
Palpasi Leopod
Leopold I             : TFU 30 cm, teraba bagian bulat, lunak, tidak ada lentingan
(bokong janin).
Leopold II            : Sebelah kanan ibu teraba bagan-bagian kecil janin (eksterminas janin).
  Sebelah kiri ibu teraba bagian keras, panjang ada tahanan
 (punggung janin).
Leopold III           : Teraba bagian bulat, keras ada lentingan (kepala janin)
Leopold IV           : Konvergen 5/5 bagian.
Pemeriksaan Auskultasi
DJJ            : 144 x / mnt
PM                        : Terdengar jelas, 2 jam dibawah pusat kiri ibu

 Pemeriksaan Laboratorium 
       Hb       : 9 gram%
III. Analisa
Ny.A umur 28 tahun  G1P0A0 umur kehamilan 32 minggu, Janin hidup tunggal intra uterin, letak memanjang, presentasi kepala, PUKL 5/5 bagian. Primuda dengan anemia ringan.
IV. Penatalaksanaan
1.      Beritahu hasil pemeriksaan
Evaluasi : ibu mengetahui hasil pemeriksaan
2.      Menganjurkan kepada ibu untuk tidak melakukan perkerjaan yang terlalu berat.
Evaluasi : ibu bersedia untuk tidak melakukan pekerjaan yang terlalu berat
3.      Melibatkan  suami untuk memberikan dukungan psikologis pada ibu.
Evaluasi : Suami setuju memberikan dukungan psikologis kepada ibu
4.      Menganjurkan kepada ibu untuk makan makanan yang mengandung zat besi seperti bayam dan hati dan makan dilakukan lebih sering dalam jumlah lebih sedikit.
Evaluasi : ibu bersedia bersedia untuk mengkonsumsi makanan yang mengandung zat besi dan akan makan lebih sering dengan jumlah yang sedikit.
5.      Menganjurkan kepada ibu untuk tidak melakukan perjalanan jauh.
Evaluasi : ibu bersedia untuk tidak melakukan perjalanan jauh
6.      Menganjurkan kepada ibu untuk mengkonsumsi vitamin B kompleks dan vitamin C masing-masing 3x1 tablet perhari.
Evaluasi : ibu bersedia untuk mengkonsumsi vitamin B kompleks vitamin C dengan doisis yang dianjurkan bidan
7.      Megnajurkan ibu minum tablet Fe  2x1 tablet/hari
Evaluasi : ibu bersedia untuk minum tablet Fe
8.      Menganjurkan kepada ibu untuk olahraga ringan di pagi hari sebelum melakukan aktivitas.
Evaluasi : Ibu bersedia untuk berolahraga ringan setiap  harib sebelum beraktifitas
9.      Menganjurkan kepada ibu untuk periksa laboratorium untuk mengetahui apakah Hbnya sudah naik atau belum.
Evaluasi : ibu setuju untuk melakukan pemeriksaan Hb secara rutin
10.  Menganjurkan kepada ibu untuk kontrol ulang 2 minggu lagi.
Evaluasi : ibu bersedia untuk melakukan control ulang


sumber : 1.      Departemen Kesehatan RI. 1992. Asuhan Kebidanan Pada Ibu Hamil Dalam Konteks
Keluarga. Jakarta
2.      Robson, S. Elizabeth, Jason Waugh.2011. Patologi Pada Kehamilan Manajemen Asuhan
Kebidanan. Jakarta : EGC
3.      Wylie, Linda. Helen Bryce. 2010. Manajemen Kebidanan Gangguan Medis Kehamilan dan
Persalinan. Jakarta : EGC



No comments:

Post a Comment